Metro7online.com.KLATEN – Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Klaten memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bernama Janti Jaya.
Badan usaha milik desa ini sukses mengembangkan berbagai unit usaha dari perdagangan hingga pariwisata.
Pada 2023, BUMDes Janti Jaya bisa meraup keuntungan mencapai Rp 3,8 miliar.
Salah satu andalannya Janti Park. Destinasi wisata air tersebut dibangun di tanah kas desa seluas sekira 2 hektare.
“Dulunya merupakan tanah kas desa yang disewakan setiap tahunnya. Tetapi memang kurang produktif. Total luasnya sebenarnya 4 hektare, tetapi baru dimanfaatkan untuk pengembangan Janti Park baru 2 hektar,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur BUMDes Janti Jaya Didik Setiawan pada Awak Media beberapa waktu lalu.
Janti Park baru beroperasi dan dibuka umum untuk pengunjung pada 20 Desember 2020.
Keberadaan destinasi wisata air itu menjadikan tempat pemberdayaan bagi warga Desa Janti. Mengingat mampu menyerap warga lokal bekerja.
Ada pula rumah makan dengan 50 pelaku UMKM yang menitipkan barang dagangannya.
Pada Janti Park terdapat sekira tujuh kolam yang diperuntukan bagi anak-anak dan orang dewasa.
Ada kolam renang anak-anak dengan kedalaman bervariasi dari 30 cm – 70 cm.
Sedangkan untuk kolam renang dewasa dengan kedalaman 150 cm- 180 cm.
Ada juga kolam terapi ikan hingga tempat swafoto berupa rumah kincir angin seperti di Belanda.
Untuk harga tiket masuk pada hari biasa Rp 5.000 per orang dan saat akhir pekan dibandrol Rp 8.000 per orang.
“Selain dari tiket masuk, kami juga mengandalkan pemasukan dari parkir, sewa tikar, sewa ban dan resto. Untuk hari biasa, wisatawan yang datang mencapai 400 orang hingga 500 orang. Sedangkan saat akhir pekan bisa mencapai 3.000 orang dalam sehari,” tambah Didik.
Didik mengungkapan, sebagian pendapatan yang diperoleh BUMDes Janti Jaya bisa dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan.
Seperti program santunan kepada anak yatim, piatu maupun yatim piatu. Termasuk kegiatan Janti menghafal yang rutin digelar setiap tahun.
Bahkan untuk mendukung kegiatan pemberdayaan di tingkat RT.
Contohnya pada 2023, untuk setiap RT mendapatkan dana sebesar Rp 13 juta. Total ada 17 RT di Desa Janti.
“Selain itu, untuk kegiatan donor darah dan sunatan masal yang kami gelar setiap tahunnya. Jadi pendapatan yang diperoleh oleh BUMDes sudah dibagi-bagi untuk pendapatan asli desa (PADes) hingga pemberdayaan dan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Didik(metro7online.com/sbr BUMDes Desa Janti-Klaten).








