Menu

Mode Gelap
Polres Demak Gelar Apel Pasukan Dan Siapkan Empat Pos Pengamanan. Polres Demak Musnahkan 3.832 Botol Miras, Hasil Operasi Pekat Candi 2026. Di Hadapan Bupati Dan Wali Kota Se-Jateng, Gubernur Jawa Tengah Tegaskan Kasus Yang Menimpa Dua Kepala Daerah Jadilah Yang Terakhir. Di Hadapan Bupati Dan Wali Kota Gubernur Jawa Tengah Tegaskan,Kasus Korupsi Yang Menimpa Dua Kepala Daerah Jadilah Pelajaran Terakhir . Polisi Temukan Jenazah Tanpa Identitas Di Pantai Glagah Wangi Demak. Dukung Swasembada Pangan Kapolres Demak Bersama Petani Serentak Melakukan Penanaman Jagung Di Karangawen.

Berita

Ekonomi Kreatif Jawa Tengah Tumbuh Pesat,Tembus Rp 53 Triliun.

badge-check


					Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

Metro7online.com.SEMARANG – Cita-cita Gubernur Ahmad Luthfi untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi ekonomi kreatif (Ekraf) secara bertahap mulai terwujud.

Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi kreatif di provinsi ini yang terus meningkat signifikan.

Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, Jawa Tengah merupakan provinsi dengan ekspor ekraf terbesar kedua secara nasional. Pada semester I-2025 nilainya sekitar Rp 53 triliun.

Berikutnya secara investasi, data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jawa Tengah merupakan provinsi dengan investasi sektor ekraf terbesar ketiga. Jumlahnya Rp11,45 triliun pada semester I-2025.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan, Jawa Tengah menunjukkan progres yang signifikan perkembangan ekonomi kreatifnya. Baik dari investasi, ekspor, maupun jumlah pegiat ekonomi kreatif.

“Harapannya ekraf dari Jawa Tengah juga akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi di daerahnya,” kata Riefky dalam keterangannya,Pada(1-11-2025).

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) di gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat, (31/10).

Ia berharap, capaian itu terus mengalami itu peningkatan hingga akhir tahun. Sebab, Presiden Prabowo juga telah menetapkan Jawa Tengah sebagai salah satu dari 15 provinsi pengembangan ekraf prioritas.

Menurut Riefky, subsektor fesyen, kriya, dan kuliner masih mendominasi ekspor produk ekraf dari Jawa Tengah dan Indonesia. Ia berharap ke depan yang bertumbuh pesat adalah subsektor game, musik, film dan film animasi.

Dukungan untuk pengembangan ekraf di Jawa Tengah juga terus dilakukan, karena di provinsi ini sudah ada 12 kabupaten/kota kreatif. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi untuk provinsi di Indonesia. Apalagi potensi Ekraf sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dimulai dari daerah.

“Sektor ini tidak hanya membuka lapangan pekerjaan tetapi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Oleh karena itu, diperlukan adanya kerja sama dari semua pihak untuk mengembangkan ekonomi kreatif di setiap daerah. Sebab, yang acap menjadi tantangan adalah persoalan permodalan.

“Salah satu tantangannya adalah permodalan, maka itu kita kerja secara hexahelix,” ucap Riefky.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan salah satu mimpi besar Jawa Tengah adalah menjadi provinsi kreatif di Indonesia. Apalagi, sudah ada 12 kabupaten/kota di provinsi ini yang sudah ditetapkan menjadi kabupaten/kota kreatif.

“Ekonomi kreatif ini tidak terikat waktu, tempat, maupun umur. Ekonomi kreatif ini sudah menjadi backbone-nya (tulang punggung) ekonomi Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemprov Jateng untuk menumbuhkan ekonomi kreatif. Di antaranya dengan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku ekonomi kreatif, mengadakan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi bagi pelaku ekonomi kreatif, hingga dukungan sosialisasi dan sertifikasi HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual).

Selain tu, Pemprov Jateng juga menjembatani pembentukan kabupaten/kota kreatif di Jawa Tengah, mendorong pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kabupaten/kota, dan memberi ruang kepada pegiat ekraf untuk berekspresi, bersinergi, serta membangun jejaring melalui event secara reguler.

Langkah terbaru adalah melalui program Kecamatan Berdaya. Di mana kecamatan dijadikan sentral pengembangan ekonomi kreatif yang mengakomodir pegiat ekraf di desa-desa yang ada di kecamatan tersebut. Saat ini terdapat 150 pilot project Kecamatan Berdaya di Jawa Tengah.

“Kecamatan ditunjuk untuk kegiatan-kegiatan memberdayakan masyarakat. Termasuk kegiatan-kegiatan yang sentralnya di kecamatan untuk menampung ekonomi kreatif yang ada di desa. Di kecamatan kita gunakan untuk pembinaan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Dari sisi permodalan, lanjut dia, Bank Jateng juga siap memfasilitasi permodalan melalui skema Kredit Usaha Rakyat/KUR .(metro7online.com./sbr hms Pemprov Jateng).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Demak Gelar Apel Pasukan Dan Siapkan Empat Pos Pengamanan.

13 Maret 2026 - 00:51 WIB

Polres Demak Musnahkan 3.832 Botol Miras, Hasil Operasi Pekat Candi 2026.

12 Maret 2026 - 07:26 WIB

Di Hadapan Bupati Dan Wali Kota Se-Jateng, Gubernur Jawa Tengah Tegaskan Kasus Yang Menimpa Dua Kepala Daerah Jadilah Yang Terakhir.

10 Maret 2026 - 01:40 WIB

Di Hadapan Bupati Dan Wali Kota Gubernur Jawa Tengah Tegaskan,Kasus Korupsi Yang Menimpa Dua Kepala Daerah Jadilah Pelajaran Terakhir .

10 Maret 2026 - 01:24 WIB

Polisi Temukan Jenazah Tanpa Identitas Di Pantai Glagah Wangi Demak.

9 Maret 2026 - 04:11 WIB

Trending di Berita