Metro7online.com.PATl – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi banjir yang melanda Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa (13/1/2026) sore.
Kunjungan ini menjadi titik terakhir setelah sebelumnya Gubernur mendatangi Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.
Ahmad Luthfi ingin memastikan bantuan bagi warga terdampak banjir tersalurkan dengan baik.

“Di titik terakhir ini, yakni Kabupaten Pati, kami memastikan masyarakat tetap kita perhatikan.
Bantuan kebutuhan pokok sudah kita salurkan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas, terutama anak-anak sekolah dan kebutuhan sehari-hari,” ujar Ahmad Luthfi.
Berbagai bantuan diberikan kepada warga terdampak, mulai dari bantuan langsung, paket sembako, layanan kesehatan, hingga obat-obatan.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Baznas, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pati.
Menurut Ahmad Luthfi, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan memastikan dampak banjir dapat diminimalkan, sehingga kehidupan warga bisa berjalan seperti biasa.
Kepala Desa Banjarsari Sudiman menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Silugonggo serta tingginya aliran air dari wilayah pegunungan di sekitarnya.
Kondisi tersebut menyebabkan banjir lumpur dengan sedimentasi tinggi yang memicu air sungai mudah meluap ke pemukiman.
“Air masuk ke perkampungan karena curah hujan yang sangat tinggi. Rumah terdampak sebanyak 135 unit, dengan 673 jiwa dari total 876 kepala keluarga,” jelasnya.
Kedalaman air di dalam rumah warga rata-rata mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Meski demikian, tidak ada warga yang mengungsi karena sebagian besar memilih tetap tinggal untuk menjaga hewan ternak mereka.
Meski hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir dan longsor di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, belum menetapkan status darurat bencana.
Menurut Luthfi, hingga saat ini penanganan di lapangan masih dapat dilakukan secara cepat dan terkendali.
“Belum ada penetapan darurat bencana. Tetapi kita tetap harus siap apabila terjadi perkembangan yang lebih berat,” ujar Luthfi, saat meninjau banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati.
Dalam kunjungan tersebut, Luthfi didampingi Bupati Pati Sudewo dan Wakil Bupati Ardhi Chandra, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur TNI dan Polri.
Di Kabupaten Pati, data penanganan mencatat, banjir melanda 59 desa di 15 kecamatan, yang berdampak pada 1 rumah rusak berat, dan 5 rumah rusak sedang. Selain itu, 15 titik talud dan akses jalan mengalami kerusakan, serta 1 fasilitas umum berupa musala terdampak. Sebanyak 15 kepala keluarga atau 46 jiwa sempat mengungsi di Balai Desa Doropayung.
Sementara itu, bencana longsor terjadi di 10 desa pada 3 kecamatan, dengan total sekitar 121 titik longsor. Dampaknya, 20 rumah terdampak, sekitar 80 kepala keluarga atau 264 orang terdampak langsung, dan 1 orang meninggal dunia.
Dalam peninjauan tersebut, Luthfi memastikan distribusi bantuan dan penanganan di Pati berjalan tanpa hambatan.
“Kita memastikan masyarakat tetap tertangani dengan baik. Beberapa kebutuhan pokok kita salurkan. Jangan sampai masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas, terutama anak-anak sekolah, serta pemenuhan kebutuhan bahan pokok,” bebernya.
Gubernur menyebut, bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, layanan kesehatan, bahan baku, hingga persiapan obat-obatan. Bantuan tersebut disinergikan dengan Baznas, PMI, dan pemerintah daerah, agar penanganan lebih cepat dan merata.
Menurut dia, koordinasi antara pemerintah daerah, OPD, serta TNI dan Polri masih berjalan efektif.
Namun, Luthfi mengakui kondisi bencana di wilayah lain, khususnya Kabupaten Jepara, membutuhkan perhatian khusus. Longsor di Jepara terjadi di banyak titik, termasuk di Desa Tempur yang sempat terisolasi akibat akses jalan terputus. Selain itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Kudus dengan dampak yang cukup luas.
“Seluruh kabupaten/kota sebenarnya sudah menyiapkan sarana dan prasarana, baik itu bupati, OPD, maupun bersama TNI dan Polri,” terang Luthfi.
Terkait rekayasa cuaca, Luthfi menuturkan, langkah tersebut belum akan dilakukan.
“Rekayasa cuaca kita harus lapor ke pusat, ke BNPB,” tandas Luthfi. (metro7online.com /sbr hms Pemkab Pati).











