Menu

Mode Gelap
Desa Kelet Jepara Bersama IPMAFA Pati Jalin Kerjasama Pengembangan Smart Village Sebaran Kursi Setiap Dapil di Kabupaten Pati Mengenal Haul Soero Dimedjo Soerat, Seorang Demang Wotan Pati Yayasan Peduli Difabel di Kajen Fasilitasi Masyarakat Akses Layanan Dinsos dan Puskesmas Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin Kajen, Keluarga Mathaliul Falah Selenggarakan Kolaborasi Mathole’ Fest

Berita · 10 Mar 2025 01:58 WIB ·

Pemkab Grobogan Upayakan Gabah Milik Petani Di Grobogan Bisa Di Beli Sesuai Dengan Harga Pembelian Pemerintah ( HPP).


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Metro7online.com.GROBOGAN-Pemerintah Kabupaten Grobogan akan mengupayakan gabah petani Grobogan, Jawa Tengah, bisa selalu dibeli dan terserap sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Plt Kepala Dinas Pertanian Grobogan Amin Nur Hatta mengungkapkan upaya pihaknya untuk memastikan gabah petani di daerah bisa terserap dengan optoimal.

Amin menerangkan, pihaknya segera mengumpulkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) setelah terdapat instruksi presiden bahwa harga gabah kering harus dibeli sebesar Rp 6.500 perkilogram.

Selain itu, dia juga menyatakan telah mengarahkan seluruh petani, bahwa panen bisa dibeli Bulog dan offtaker.

”Upaya dinas, pertama, sebelum panen kita kumpulkan PPL setelah ada instruksi presiden soal HPP Rp 6.500. Jadi gabah dibeli lebih tinggi atau minimal sama dengan HPP.

Kedua, mengarahkan seluruh petani, panen bisa dibeli oleh bulog atau offtaker,” ujar dia,pada (7/3/2025).

Kemudian, dia mengklaim juga telah berkoordinasi dengan pihak Kodim hingga Bulog. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan perusahaan padi atau offtaker di Grobogan.

”Terakhir, kita koordinasi dengan oftaker, perusahaan padi, Beril di Mayahan (Tawangharejo, ). Kita sudah koordinasikan di sana, ternyata memang sudah mitra Bulog.

Kemudian sanggup memenuhi di atas HPP. Kalau tidak salah, saat ke sana, Berill bisa membeli Rp 6.850 per kilogram,” imbuhnya.

Sementara itu, hingga kini, Amin menyebut presentase lahan pertanian yang sudah panen sekitar 50 persen. Diperkirakan, awal April 2025 mendatang akan rampung dan langsung memasuki musim tanam yang kedua (MT-2).

Amin menyatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait irigasi. Dengan demikian, petani nantinya tidak akan mengalami kesulitan saat MT-2.

”Persentase yang sudah terpanen, kira-kira sudah 50 persen. April habis, sudah musim tanam lagi. Kemarin kita sudah koordinasi dengan BBWS terkait irigasi. Mudah-mudahan nanti sukses panen raya irigasi sudah teraliri, sudah bisa menanam lagi,” tandasnya.(Metro7online.com/sbr hms Pemkab Grobogan).

 

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satsamapta Polres Demak Lakukan Latihan Intensif Tanggap Bencana.

28 November 2025 - 13:49 WIB

Pengusaha Di Kudus Tidak Keberatan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Naik Tahun 2026.

26 November 2025 - 23:38 WIB

Satlantas Polres Demak Bersama Jasa Raharja Gelar Operasi Zebra Candi 2025 Di Pendopo Kecamatan Mranggen.

26 November 2025 - 16:05 WIB

Dalam Rangka Operasi Zebra Candi 2025, Satlantas Polres Demak Gelar Ramp Check Dan Layanan Kesehatan.

25 November 2025 - 08:45 WIB

375 Pelanggar Terjaring Oleh Polres Demak, Dalam Operasi Zebra Candi 2025.

24 November 2025 - 05:57 WIB

Satlantas Polres Demak Gelar Jum’at Berkah Dan Sosialiasi Operasi Zebra Candi 2025.

21 November 2025 - 18:19 WIB

Trending di Berita