Menu

Mode Gelap
Desa Kelet Jepara Bersama IPMAFA Pati Jalin Kerjasama Pengembangan Smart Village Sebaran Kursi Setiap Dapil di Kabupaten Pati Mengenal Haul Soero Dimedjo Soerat, Seorang Demang Wotan Pati Yayasan Peduli Difabel di Kajen Fasilitasi Masyarakat Akses Layanan Dinsos dan Puskesmas Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin Kajen, Keluarga Mathaliul Falah Selenggarakan Kolaborasi Mathole’ Fest

Berita · 25 Sep 2024 01:53 WIB ·

Sebanyak 71 Desa Di Pati Mengalami Kekeringan Pemkab Pati Tetapkan Tanggap Darurat.


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

 

Metro7.online.com.PATI- Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan darurat kekeringan selama 14 hari ke depan. Penetapan ini karena wilayah kekeringan di Pati semakin meluas mencapai 71 desa.

“Masa tanggap darurat kekeringan selama 14 hari ke depan, dan mudah-mudahan ini segera bisa segera baik,” kata Pj Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Pati, (24/9/2024).

“Kalau harus diperpanjang akan kita perpanjang, tapi kalau ternyata hujan segera turun akan kita hentikan,” Sujarwanto melanjutkan.

Menurut dia, ada beberapa pertimbangan yang membuat pemerintah menetapkan tanggap darurat kekeringan. Pertama, karena penurunan jumlah air bersih di wilayah Pati. Kedua, karena kejadian kebakaran yang beberapa kali terjadi di wilayah Pati.

“Pertimbangan banyak hal, dengan penurunan air bersih, untuk mengatasi dampak kebakaran,” jelasnya.

Dia mencatat, ada 71 Desa di 9 Kecamatan yang terdampak kekeringan. Wilayah itu meliputi Kecamatan Jaken, Batangan, Jakenan, Pucakwangi Gabus, Tambakromo, Kayen, Winong, dan Sukolilo. Total ada 47.098 KK yang terdiri dari 156.850 jiwa mengalami kekeringan.

“Kemudian kita telah menggelontorkan air bersih hampir 940 tangki air, masing-masing kapasitas 5.000 liter,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Sunarti, warga Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo, mengatakan kekurangan air di wilayahnya telah terjadi 5 bulan belakangan ini. Menurutnya, kekurangan air karena sumber air di sawah digunakan untuk mengaliri sawah. Akibatnya, warga kekurangan air karena kemarau panjang.

“Kira-kira hampir 5 bulan. Kondisi air ya kalau ada bantuan ada air. Sumur sudah mengering, sumur bor tidak keluar,” kata Sunarti kepada Awak media, pada (24/9/2024).

“Kemarin itu ada pengairan sawah, karena ada pengaliran jadi dampaknya ke warga yang kekurangan air,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk kebutuhan sehari-hari selain menunggu ada bantuan, warga juga membeli air untuk kebutuhan minum dan makan. Sehari, dia bisa membeli 4-5 galon air.

“Untuk kebutuhan memang dari bantuan, kalau telat ambil ke sumur, kalau sumur hampir habis ini alhamdulillah sudah ada air lagi,” ujarnya.(metro7online.com./sbr hms Pemkab Pati).

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satsamapta Polres Demak Lakukan Latihan Intensif Tanggap Bencana.

28 November 2025 - 13:49 WIB

Pengusaha Di Kudus Tidak Keberatan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Naik Tahun 2026.

26 November 2025 - 23:38 WIB

Satlantas Polres Demak Bersama Jasa Raharja Gelar Operasi Zebra Candi 2025 Di Pendopo Kecamatan Mranggen.

26 November 2025 - 16:05 WIB

Dalam Rangka Operasi Zebra Candi 2025, Satlantas Polres Demak Gelar Ramp Check Dan Layanan Kesehatan.

25 November 2025 - 08:45 WIB

375 Pelanggar Terjaring Oleh Polres Demak, Dalam Operasi Zebra Candi 2025.

24 November 2025 - 05:57 WIB

Satlantas Polres Demak Gelar Jum’at Berkah Dan Sosialiasi Operasi Zebra Candi 2025.

21 November 2025 - 18:19 WIB

Trending di Berita