Menu

Mode Gelap
Desa Kelet Jepara Bersama IPMAFA Pati Jalin Kerjasama Pengembangan Smart Village Sebaran Kursi Setiap Dapil di Kabupaten Pati Mengenal Haul Soero Dimedjo Soerat, Seorang Demang Wotan Pati Yayasan Peduli Difabel di Kajen Fasilitasi Masyarakat Akses Layanan Dinsos dan Puskesmas Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin Kajen, Keluarga Mathaliul Falah Selenggarakan Kolaborasi Mathole’ Fest

Berita · 26 Apr 2025 05:26 WIB ·

Untuk Tangani Sampah, Pemkab Grobogan Upayakan Kerjasama Pengolahan Sampah Dengan Investor Asal Belanda.


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Metro7online.com.GROBOGAN-TPA Ngembak diprediksi akan melebihi kapasitas pada 2026. Kondisi tersebut membuat Pemkab Grobogan mengajukan proposal prioritas investasi melalui Pengelolaan Sampah menjadi Refuced Derived Fuel (RDF).

Kini diketahui sejumlah investor dari dalam maupun luar negeri mulai melakukan penjajakan.

Kabid Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappeda Grobogan Candra Yuliapasha mengatakan, selama mengikuti ajang Capacity Building Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris) Jateng, Provinsi Jateng telah memfasilitasi masuknya sejumlah investor,(25-4-2025).

Sampah yang menumpuk di TPA mulai dilirik sebagai sumber energi alternatif oleh para investor.

Baca Juga: Investor Tiongkok Bangun Pabrik Senilai Rp3 Triliun di Tanggungharjo Grobogan, Ditarget Beroperasi Akhir Tahun Ini

“Kami mendapatkan respons positif saat mengikuti ajang tersebut. Beberapa investor seperti dari Banyumas, Australia dan Belanda mulai melakukan penjajakan,” imbuhnya.

Diungkapkan, saat itu, DLHK Provinsi Jateng mengundang beberapa kabupaten/kota yang dekat dengan Semen Grobogan.

Dalam audiensi penjajakan kerjasama pengelolaan sampah itu, ada beberapa investor yang melakukan penjajakan.

Namun, Pemkab Grobogan masih mempertimbangkan beberapa opsi bentuk kerjasama seperti apa yang akan dilakukan.

“Seperti SweepSmart perusahaan asal Belanda yang dikenal membangun sistem pengelolaan sampah modern di berbagai negara berkembang.

Baca Juga: Terungkap! Panik Tepergok Curi Uang di SDN 2 Penawangan Grobogan, Maling Nekat Hajar Kepsek hingga Berlumuran Darah, Begini Kronologinya

Mereka bekerjasama dengan PT Milion Limbah Indonesia menawarkan kerjasama berbasis biomassa. Di mana hasil akhirnya berupa RDF yang bisa dimanfaatkan oleh (offtaker) Semen Grobogan,” jelasnya.

Menurutnya, untuk perusahaan asal Belanda ini menawarkan pola kerjasama pengadaan tipping fee (biaya pengelolaan sampah per ton).

Nilainya harus disepakati kedua belah pihak dengan regulasi serta anggaran pemkab.

“Jika secara perhitungan investasi sudah menguntungkan maka tipping fee tidak diperlukan. Tapi itu masih dalam tahap pembahasan,” imbuh Candra.

Saat ini Pemkab Grobogan masih membuka pintu lebar-lebar bagi para investor yang tertarik.

Sedangkan untuk keputusan final penentuan investornya masih menunggu hasil diskusi dan pertimbangan matang. (metro7online.com/sbr hms Pemkab Grobogan).

 

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satsamapta Polres Demak Lakukan Latihan Intensif Tanggap Bencana.

28 November 2025 - 13:49 WIB

Pengusaha Di Kudus Tidak Keberatan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Naik Tahun 2026.

26 November 2025 - 23:38 WIB

Satlantas Polres Demak Bersama Jasa Raharja Gelar Operasi Zebra Candi 2025 Di Pendopo Kecamatan Mranggen.

26 November 2025 - 16:05 WIB

Dalam Rangka Operasi Zebra Candi 2025, Satlantas Polres Demak Gelar Ramp Check Dan Layanan Kesehatan.

25 November 2025 - 08:45 WIB

375 Pelanggar Terjaring Oleh Polres Demak, Dalam Operasi Zebra Candi 2025.

24 November 2025 - 05:57 WIB

Satlantas Polres Demak Gelar Jum’at Berkah Dan Sosialiasi Operasi Zebra Candi 2025.

21 November 2025 - 18:19 WIB

Trending di Berita