Menu

Mode Gelap
Ramadhan 1447H Satlantas Polresta Pati Ajak Masyarakat Sahur On The Road. Sebanyak 300 0rang Mualaf Se-Kabupaten Pati Terima Santunan Dan Bingkisan Ramadhan 1447 H. AKBP Samel Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian kepada Anggotanya, Tekankan lntegritas Dan Reformasi Internal. Laskar Demang Wotan Jaga Pengadilan Negeri Pati , Wujud Negara Hukum. Cipta Kondisi Ramadhan Satsamapta Polres Demak Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras. Dukung Program Presiden Polres Demak Kawal Pembangunan Jembatan Penghubung Banjarejo – Wonorejo.

Budaya

Tradisi Masyarakat Menyambut Bulan Suro

badge-check


					Tradisi Masyarakat Menyambut Bulan Suro Perbesar

Bulan Syuro bagi masyarakat Jawa dipandang sebagai bulan yang sakral. Berbagai cara dan kegiatan dilakukan masyarakat untuk menyambutnya baik yang bersifat religi atau tradisi berkearifan lokal. Mengutip situs NU Online, dari sisi bahasa, nama “suro” berasal dari bahasa Arab ”asyara” atau “‘asyroh” yang berarti hari ke sepuluh bulan Muharram.

Penamaan Suro tersebut diperkenalkan oleh Sunan Giri II di masa pemerintahan Kerajaan Demak (1521-1546) yang membuat penyesuaian antara sistem kalender Hijriah (Islam) dengan sistem kalender Jawa pada masa itu. Dalam catatan sejarah lain, penetapan 1 Suro sebagai awal tahun Jawa muncul di masa Kerajaan Mataram di tangan Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645). Masyarakat pada saat itu mengikuti sistem penanggalan tahun Saka sebagai warisan tradisi Hindu, sedangkan Kesultanan Mataram Islam sudah menggunakan sistem kalender Hijriah. Sultan Agung yang ingin memperluas ajaran Islam di Tanah Jawa berinisiatif memadukan kalender Saka dengan kalender Hijriah menjadi kalender Jawa.

Tradisi Sakral Menyambut Bulan Suro

Bagi masyarakat Jawa, malam satu Suro di beberapa daerah diartikan sebagai hari atau malam yang harus diwaspadai. Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai bulan yang menyeramkan dan menyebabkan kesialan sehingga di tanggal tersebut masyarakat menghindari untuk keluar rumah atau bepergian.

Dari sisi sejarah Islam, kesakralan bulan Suro bisa dilihat dari beberapa kisah fenomenal yang terjadi di hari ke sepuluh bulan Muharram tersebut. Pada hari tersebut Allah Swt. mengampuni dosa Nabi Adam, menyelamatkan dan mendaratkan Nabi Nuh dengan kapalnya, menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun bersama tentaranya, dan menyelamatkan Nabi Yunus dari ikan chuut (paus). Kisah sejarah lain di bulan Suro adalah terjadinya tragedi pembunuhan Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib di Karbala yang diartikan sebagai peperangan antara kebaikan dan keburukan.
Untuk itulah tidak sedikit dari masyarakat di Indonesia khususnya Jawa meyakini sebagai bulan yang sakral. Untuk menyambut bulan tersebut akhirnya masyarakat melakukan hal-hal yang kiranya dapat mendapatkan keberkahan dan keselamatan, dan dijauhkan dari marabahaya cobaan dan musibah. Masyarakat biasanya membagi-bagikan bubur nasi, yaitu bubur abang (bubur merah) yang rasanya manis karena dibubuhi gula merah, dan bubur putih yang rasanya gurih. Ini juga bisa dipahami sebagai sedekah tolak bala’ (cobaan).

Di kalangan pesantren dan lembaga pendidikan Islam biasanya di sore hari menjelang maghrib (sebelum masuk malam 1 Suro), masyarakat berkumpul untuk melakukan doa bersama sebagai doa akhir tahun Hijriah agar diberi keberkahan umur dan pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang telah berlalu. Kemudian setelah melakukan shalat jamaah Maghrib (masuk malam 1 Suro), mereka berdoa bersama sebagai doa awal tahun (Muharram) sekaligus membaca dzikir dan kegiatan ritual lainnya. Kesemuanya itu untuk mendapat rahmat dari Allah Swt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lima Desa Ini Jadi Desa Dampingan Laboratorium Sosial Kampus IPMAFA Pati

19 September 2024 - 06:39 WIB

Desa Kelet Jepara Bersama IPMAFA Pati Jalin Kerjasama Pengembangan Smart Village

6 September 2024 - 01:52 WIB

Mengenal Komunitas Usaha Peternak Sapi di Desa Tanjungrejo Margoyoso Pati

18 September 2023 - 17:10 WIB

Caleg PPP Ini Unik, Ajak Masyarakat Tidak Pilih Namanya

17 September 2023 - 04:21 WIB

Penguatan Ekonomi Masyarakat, Warga Desa Sundoluhur Dibekali Pelatihan Online Shop

28 Agustus 2023 - 08:41 WIB

Trending di Berita