Menu

Mode Gelap
Perkuat Ketahanan Pangan , Polres Demak Hadirkan SPPG Ke -3 Di Donorejo Demak. Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Demak Bersama lnstansi Terkait Lakukan lnspeksi Keselamatan Berkendara. Polresta Pati Optimalkan Pelayanan SKCK Online. Kapolres Demak Pimpin Kerja Bakti,Dukung Program Presiden Gerakan Indonesia ASRl. Polres Demak Bersama Mafindo Gelar Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence. Operasi Keamanan Candi 2026, Polwan Satlantas Polres Demak Sasar Pasar Dan Tempat Wisata Religi.

Budaya

Mengenal Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Kajen Pati

badge-check


					Mengenal Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Kajen Pati Perbesar

Haul Syekh Ahmad Mutamakkin atau yang biasa disebut Haul Mbah Mutamakkin adlah tradisi tahunan yang digelar rutin oleh masyarakat Kajen untuk mengenang Mbah Mutamakkin sebagai simbol dakwah di daerah santri tersebut. Haul Syekh Ahmad Mutamakkin dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram / Suro di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati.

Dalam peringatan itu terdapat rangkaian kegiatan yang positif dilakukan oleh masyarakat. Selain dalam bidang keagamaan yang berisi ragam kegiatan bernuansa religi sesuai citra desa Kajen sebagai desa santri, ada beberapa acara lain yang seperti hiburan dan perlombaan.

Untuk kegiatan keagamaan meliputi Tahtimul Qur’an Bin-Nadhor dan Bil-Ghoib, tahlil umum, burdahan, Sholawatan dan kegiatan buka dan lelang selambu di makam Syekh Ahmad Mutamakkin. Tahtimul Qur’an Bin-Nadhor merupakan pembacaan Quran sampai khatam (selesai) dengan cara membaca atau melihat, sedangkan ahtimul Qur’an Bil-Ghoib dilakukan secara haafalan oleh para huffadz (penghafal al’Quran.
Sedangkan kegiatan lain untuk memeriahkan rangkaian peringatan haul biasanya diselenggarakan kirab, jalan sehat, pertandingan voli, panjat pinang. Sebenarnya kegiatan-kegiatan tersebut fleksibel yang dapat berubah dalam setiap tahunnya. Masyarakat Kajen pun merasa bahwa haul adalah tradisi yang mirip dengan hari rayanya desa Kajen.
Tradisi Haul Syekh Ahmad Mutamakkin sudah berlangsung sejak lama. Selain menjadi bagian dari syiar agama, tradisi tersebut juga turut meningkatkan perekonomian warga sekitar, bahkan pedagang musiman dari luar daerah. Hal ini karena beberapa penduduk setempat biasanya memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membuka jasa parkir, berjualan, sewa toilet umum, dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lima Desa Ini Jadi Desa Dampingan Laboratorium Sosial Kampus IPMAFA Pati

19 September 2024 - 06:39 WIB

Desa Kelet Jepara Bersama IPMAFA Pati Jalin Kerjasama Pengembangan Smart Village

6 September 2024 - 01:52 WIB

Mengenal Komunitas Usaha Peternak Sapi di Desa Tanjungrejo Margoyoso Pati

18 September 2023 - 17:10 WIB

Caleg PPP Ini Unik, Ajak Masyarakat Tidak Pilih Namanya

17 September 2023 - 04:21 WIB

Penguatan Ekonomi Masyarakat, Warga Desa Sundoluhur Dibekali Pelatihan Online Shop

28 Agustus 2023 - 08:41 WIB

Trending di Berita